Hati yang gelap
Mufidatul fathiyah annabila
Sudahi
kesedihan yang membelenggu hatimu
Percaya akan
janji-Nya dengan semua kalam-Nya
Kesedihan
sementaramu adalah suatu curahan hati
Namun
kesedihan yang tiada henti adalah suatu bencana
Bencana yang
akan merusak anganmu menjadi sebuah debu
Air mata
yang menetes dengan sebuah penyesalan
Penyesalan
hati yang tiada berguna
Cukup
pelajari dan hilangkan penyesalan itu
Lihatlah
malaikat-malaikat yang selalu ada di sampingmu
Jangan
kecewakan dia
Buatlah ia
bahagia dengan sejuta keindahan yang kau ciptakan
Hempaskan
semua keraguanmu tentang dirimu
Yakinlah
pada semua cahaya yang kau miliki
Yakinlah
bahwa cahaya itu akan bersinar menembus semesta
Bukan mereka
yang membuatmu hebat
Namun dirimu
yang mampu mengubah kegelapan itu menjadi cahaya pelangi
Cahaya yang
indah di pandang namun tak menyilaukan
Tuli
Mufidatul fathiyah annabila
Ku tutup
rapat semua omong kosongmu
Anganku
adalah milikku
Indah bak
permata saat ku genggam
Merdu bak
puisi indah menyelimuti indra pendengaranku
Semua akan
menjadi sebuah kisah
Yang terukir
indah dalam catatan hidupku
Hinaan dan
cacian yang menggores hati akan menjadi sebuah
motivasi
Yang
membuatku semakin memanas dan bangkit untuk mencapai mimpi
Mimpi itu
akan menjulang tinggi di langit biru
Hingga tiada
yang bisa menggoncangkannya
Tumbuh dan
terus meninggi sampai nafas ini musnah dan hilang
Semua kata
yang keluar dari lisanmu
Takkan bisa
menggoyahkan mimpiku
Telinga ini
sudah tuli dengan semua ejekan miringmu tentangku
Hilang tak berarah
Mufidatul fathiyah annabila
Dalam
keheningan malam
Mengisi
semua seluk jiwa
Menumpahkan
secercah keterpurukan
Melayang
jauh hingga tak tersadar
Air mata
menjadi sebuah berlian indah di dalam hati
Tetesan itu
membuat jiwa ragu
Membuat
semua angan musnah di bawa derasnya arus kesedihan
Putus asa
menjadi sebuah kemakmuran
Saat
luka itu tertancap
hanya dosa
lalu yang ku ingat
menyesali
semua yang telah ku perbuat
hingga
hilang tak berarah